Apa Rasanya Menjadi Seorang Pria?
What is it like to be a man??? | Apa rasanya menjadi seorang pria??? 😳 hehe
![]() |
| Sumber Unsplash Website | Foto by Mohammad Samir |
Kali ini ada pertanyaan super random tragically Pop Up layaknya sebuah Notif HP sewaktu aku menyusuri pinggir jalanan semalam 😁. I was holding a Plastic bag with 3 pieces Roti Boy in it. Menikmati lagu yang berputar dalam Wireless Headset, aku berjalan mengikuti irama dengan mata terbuka lebar memperhatikan sekitar.
Malam itu Malam Tahun Baru Islam di Tahun 2025. Pemandangan yang sebenarnya biasa aja kalau kupikir, Tapi entah kenapa, terasa begitu berbeda. Dibawah terangnya sinar bulan #asikk 😝, dengan scenery kendaraan yang berlalu lalang.
Mataku menyaksikan tiap-tiap Anak Manusia yang sibuk dengan kehidupannya 😶. *Ehh ini kenapa bahasanya jadi sok puitis gini 😂.
Malam itu,,
Aku melihat seorang Bapak yang sedang mendorong Gerobak Tua berisi barang-barang tua. Terlihat anak kecil dalam gerobak itu menyodorkan minuman kepada bapaknya sambil menyorakinya semangat. Kalau kulihat tawanya begitu renyah disusul dengan lompatan kecil membuat Sang Bapak sedikit kewalahan 🥹. Meskipun begitu Si Bapak selalu merespon dengan senyuman lembutnya.
"Jangan loncat-loncat, nanti terjatuh..." Kata Bapak itu dengan lembut.
Melihat kejadian tersebut, senyuman kecil tersirat dari bibirku. Bertanya penasaran dalam hati "apa yaa yang saat ini Bapak itu Pikirkan??" , "Apakah isi hatinya sebahagia anaknya..?" , "Apakah ada keraguan atau kekhawatiran dalam hidupnya??" 😶.
Hanya Tuhan dan dialah yang tahu..
😻😸😻
Lagu berganti ke lagu berikutnya...
"If I were a Boy" Judulnya yang dicover oleh Wade Unique Adams dalam serial Glee 😞. Aku ingat betul apa yang terjadi dalam scene itu. Unique panggilannya, Lahir sebagai Pria, namun tidak dengan pribadinya..
Aku ingat di mana dia diperlakukan semena-mena sewaktu memasuki Toilet Pria dengan rambut wignya. Kejam kupikir meskipun hanya sebuah Scene film. Tapi percayalah bahwa dalam dunia ini struggle-struggle seperti itu nyata adanya.
Nggak naif, terkadang aku pun merasa canggung dan cukup aneh jika melihat pemandangan seperti Wanita yang bertingkah Pria atau sebaliknya. Tapi kupikir itu bukan urusanku, dan enggan berkomentar lebih lanjut. hehe. Aku lebih ke kurang setuju dengan apa yang mereka lakukan kepada Unique.
Hanyut dalam lantunan lagu lengkap dengan emosi yang Unique coba sampaikan. Lamunanku pecah ketika melihat aksi heboh yang bersumber dari sekumpulan mas-mas dalam sebuah kafe mungil.
Kumpulan itu berjumlah 5 Pria yang cukup heboh kupikir dengan aksinya. Entah apa topiknya tapi bisa kurasakan bagaimana solidnya mereka mengingat bagaimana yang 1 merangkul 1 teman lainnya, sedangkan yang lain sibuk menepuk punggung teman lainnya yang sedang tertawa lebar.
Tawa mereka sungguh menggelegar. Suaranya mengisi tiap sudut-sudut jalanan 🫠.
Jujur, agak bikin nggak nyaman mengingat jam lumayan telat saat itu. But what can I do? Enggan untuk terlalu memperhatikan khawatir mereka berpikir yang tidak-tidak, akupun meneruskan langkah yang semakin membawa diri ini semakin dekat dengan rumah.
Jujur, melihat mereka aku jadi teringat akan sosok Abangku di rumah. sosok yang sangat kusayangi melebihi apapun meskipun terkadang dia agak cenderung keras ke adiknya sendiri. But Who am I to complain? 😁 Mengingat dia yang berusaha mati-matian menggantikan sosok Bapak sekaligus Ibu di rumah.
Aku sering bertanya-tanya dalam hati sesusah apa usahanya saat ini? Bagaimana pikirannya? Bagaimana Dia disela-sela menjelang tidurnya?
Abangku bukan tipe yang banyak bicara sehingga seringnya aku merasa buntu soal apa yang dia rasa dan pikirkan saat ini.
Aku teringat kata salah satu temanku yang mungkin seumuran dengannya. Dia berpesan bahwa Kakak Laki-laki selamanya akan menjadi kakak bagi adik-adiknya. Terlebih Pria yang akan selalu mengutamakan keluarganya dibanding kebutuhan utamanya. Kinda sad and terharu dengarnya 😭.
Pengen deh bisa punya tulisan yang full menjabarkan soal Abangku diblog sini. Tapi nanti dehh.. hehe. Toh yang aku tahu, dia sangat amat menyayangiku. At least dibalik marahnya, selalu ada siratan khawatir diwajahnya yang sedikit tampan 😜..
😻😸😻
"V.."
Lamunanku terpecah kembali ketika sayup panggilan terdengar dari ujung telinga. Aku menghentikan perjalananku dan menarik headset dari telinga. Sorot lampu motor menyilaukan pandanganku. Aku menipiskan pandangan mendapatkan 2 sosok bayangan Pria dan Wanita yang tidak asing bagiku.
"Dari mana malam-malam begini..?" Katanya lembut.
"Abis beli Roti Boy Mba.." jawabku, sembari mengeluarkan 1 bungkus roti berniat untuk membaginya.
Kucoba sampaikan dengan senyuman termanis yang kupunya. "Ini mba, buat dedek...😊" kataku.
"Wahhh terimakasih, padahal nggak usah repot-repot..." jawabnya. Enggan menerima tanpa berbalas budi, mereka juga mengeluarkan 2 buah Apel untuk dibagi..
Lucu kupikir... Tapi begitulah manusia. Rezekipun tak boleh ditolak jadi kuterima 2 apel tersebut dengan senang hati.
"Ayoo V pulang, udah malam. Nggak baik perempuan keluar sendirian.."
"Iyaa Mbak, tadi lapar jadi kepikiran buat beli Roti Boy sebab ngiler abis lihat postingan teman... hehe"
"Hati-hati ya V... Kami duluan.."
Jujur, Mereka salah satu tetangga favoritku bisa kubilang. Pasangan muda dengan anugrah seorang anak laki-laki yang sekarang sudah berumur 4 tahun. Pasangan terhangat menurutku. Even kubilang ideal sebab yang aku lihat mereka keluarga yang harmonis 😍 Meskipun yaa aku nggak mau untuk mencari detail isi dapurnya gimana karena again bukan ranahku 😘.
Yang aku hanyalah kisah suaminya yang mencoba peruntungan di Kota tempat aku tinggal saat ini. Istrinya pernah bercerita bahwa di awal pernikahannya mereka kurang beruntung, sebab Sang Suami harus kerja double job akibat terkena lay off dari tempat dia bekerja. Beruntung saat ini kehidupan mereka sudah lebih baik bisa kubilang. Dan aku ikut senang...
😻😸😻
Bayangan mereka hilang ditelan belokan gang diujung jalan. Aku pun melanjutkan perjalanan yang tinggal sedikit lagi. Dan lagu berganti ke lagu berikutnya..
Temporary Home by Carrie Underwood
Suara gemuruh mesin kendaraan besar berjalan mendekat. Aku melihat sebuah Bis dengan nama perusahaan yang cukup ternama terlukis di sisi Bodynya. Bis itu berhenti persis di depan jalan yang hendak aku lewati. Menurunkan belasan Pria berwajah lelah yang selesai bekerja.
"Is it hard being a man?..." Konklusi yang kupikirkan begitu melihat mereka.
Bagaimana rasanya hidup sebagai seorang pria?? Who Knows... Yang aku bisa hanyalah mencoba mengerti
Sincerely
Mochi 😍
.jpg)
Waktu ke Korea Utara 2019 lalu, , aku sempat melihat pemandangan bikin haru. Di negara yg terkenal seram, pemimpinnya gila, tp ternyata warganya sangat hangat ❤️❤️❤️.
Ada bapak2 yg sedang membonceng anaknya di sepeda. Anaknya ketawa2, dan si bapak ikut ketawa. Ntah kenapa melihat mereka hati langsung hanget ❤️❤️. Ditengah suasana negaranya yg komunis dan pemimpin yg seram, tp mereka masih bisa tertawa walau hidupnya keras.