Pernah Nggak sih Kepikiran Jadi Dia??
Ada momen-momen kecil dalam hidup yang munculnya nggak pakai warning, tapi langsung nancep di hati. Kemarin, sewaktu aku lagi terduduk sendirian di kampus. Di bangku semen depan kelas yang entah kenapa selalu jadi tempat transit pikiran acak-acakku 😌.
Angin berhembus cukup adem, ditambah suara orang-orang lewat terdengar samar-samar. Di tengah suasana setenang itu, tiba-tiba kepikiran sesuatu yang aneh banget 😚.
Gimana ya rasanya jadi dia?
Bukan "Dia" dalam konteks cinta-cintaan, tapi siapapun yang lewat di depan aku waktu itu.
Orang yang nggak aku kenal. Orang yang cuma hadir sepersekian detik di pandangan mata, tapi entah kenapa bikin aku pengen berhenti dan mikir.
"Apa rasanya yaa jadi dia?? 🥹"
Kayaknya setiap orang pernah deh ngerasain hal kaya gitu. Ya nggak sih? Menatap seseorang sebentar, lalu pikiran kita kabur ke dunia kecil yang isinya penuh tanda tanya tentang hidup mereka.
😸😻😽
Jadi teringat ada satu momen yang datangnya pas aku lagi beli nasi uduk. Random banget kan? Tapi namanya hidup kadang suka lucu, hal-hal yang terasa biasa justru jadi titik di mana kita belajar memahami isinya dunia 🥹.
Waktu itu aku berdiri sambil nungguin si ibu penjual nyendokin bawang goreng ke nasinya (My Favourite🤩). Dan pas aku noleh sedikit, aku lihat seorang ibu pemulung lewat, mendorong gerobaknya yang besar dan terlihat berat. Jalannya pelan, seperti lagi menyusun nafas satu-satu supaya kuat terus.
Tangannya kotor, bajunya penuh debu, tapi matanya… matanya lurus ke depan. Nggak menuntut, nggak mengeluh, cuma… terus maju 🥺.
Dan jujur, Lihat itu langsung bikin aku diam.
Ada rasa terenyuh yang muncul begitu saja. Yang bikin aku ngerasa kecil dalam cara yang nggak menyakitkan. Lebih kayak: “Oh… hidup orang lain itu ternyata bisa seberat ini, ya.” 🥹
Aku jadi kepikiran banyak hal...
Apa dia sudah makan?
Apa dia punya tempat pulang yang aman?
Apa dia juga punya mimpi yang dia simpan rapat-rapat?
Apa dia pernah ngerasa capek banget sampai pengen berhenti?
Dan… apa dia pernah punya seseorang yang nanya kabarnya?
😭😭 Asli aku ngetik ini sambil nangis... huhu
Kita sering banget lewat di dekat orang-orang yang hidupnya mungkin jauh lebih rumit dari yang kita sangka. Tapi karena sibuk dengan hidup sendiri, kita jarang benar-benar melihat mereka. Padahal setiap orang itu kayak buku tebal tanpa judul. Kita cuma lihat sampulnya, sementara isi halamannya mungkin penuh perjuangan, luka, keberanian, dan harapan kecil yang nggak pernah diceritakan ke siapa-siapa 🥹.
Sambil memegang bungkus nasi uduk yang hangat, aku ngerasa kontrasnya besar banget. Di tanganku ada makanan enak yang bisa dibilang gampang aku dapatkan. Tapi di depanku ada seseorang yang mungkin butuh energi sepuluh kali lebih banyak cuma buat melewati hari 🥹.
Tapi yang bikin hati aku hangat adalah :
momen itu nggak cuma bikin aku sedih, tapi bikin aku ingat kalau dunia ini dipenuhi manusia-manusia yang terus berusaha, meskipun hidupnya nggak selalu lembut 🥺.
Dan mungkin, belajar “ingin memahami” itu adalah bentuk kecil dari jadi manusia yang lebih baik. Walaupun kita nggak bisa bantu banyak, setidaknya kita nggak menutup mata..
Kadang aku berharap setiap pertemuan kecil seperti itu bisa berubah jadi doa sederhana:
Semoga langkahnya lebih ringan.
Semoga harinya lebih ramah.
Semoga hidupnya pelan-pelan membaik.
😇 Aminn..
Dan semoga aku sendiri nggak berhenti belajar melihat orang lain sebagai manusia penuh cerita, bukan cuma siluet yang lewat begitu saja.
![]() |
| Nggak ada hubungannya dengan gambar ini... Tapi foto ini diambil saat aku berjalan kaki menuju rumah setelah kerja kelompok.. |
Much Love,
Mochi

Aku sering ga tega juga kalau melihat mereka2 yg berjuang keras untuk bisa bertahan hidup moc. Ngebayangin kalau itu orangtua kita, atau kita sendiri. Justru yg begini LBH buat respect drpd hanya sekedar meminta2.
Issh udh lamaaaa ga baca tulisanmu, Krn baru balik traveling 😁.
Eh kemarin baru approve komen2 di blog ku, boleh banget looh kalau masih mau join di grub BW . Sebenernya tinggal kasih no WA. Ntr ku add ke grub 😄